![]() WarungGrafisIndonesia |
||
Langkah Nyata Mulai tahun 1995, Warung Grafis Indonesia (WGI) mulai membuka jasa desain grafis secara komersial di Kota Malang. Ketika usaha mulai berjalan, beberapa orang tua dan kerabat menitipkan anak/saudara mereka untuk dibekali pelatihan desain grafis. Mereka adalah remaja-remaja lulusan sekolah menengah atas yang sulit mencari kerja dan tak mampu membiayai kursus/kuliah desain grafis, dan mereka dari masyarakat ekonomi kelas bawah. Setelah proses pelatihan sekitar enam bulan secara gratis, mereka sudah dapat menjalankan program aplikasi desain grafis - Corel Draw, Photo Shop dan Page Maker.
Sesuai perkembangan waktu, dunia usaha percetakan di Kota Malang mulai
berkembang, dari sini banyak klien yang membutuhkan tenaga kerja desain grafis.
Dari situlah kemudian para alumni WGI tersalurkan. Lebih menggembirakan lagi,
ketika pasca reformasi, banyak media cetak yang terbit, dan beberapa pengelola
media cetak selalu membutuhkan tenaga grafis untuk desain layout. Waktu terus berjalan, generasi muda yang tak mampu dari segi ekonomi, silih berganti bergabung dengan warung desain ini. Sejak 1995 – kini, masalah pengangguran menjadi fokus perhatian kami. Saat ini angka pengangguran mencapai 35.639 orang (Disnaker Kota Malang, 2009) dan angka kemiskinan mencapai 26.273 jiwa (BPK Kota Malang, 2009). Hal itulah yang memotivasi WGI untuk menjalankan proses pelatihan program desain grafis secara gratis terhadap para pelajar drop-out sekolah maupun mereka yang tak punya biaya untul belajar desain grafis. ![]()
Title: Intercourse Man always needs political, cultural intercourse and power. |
![]()
Kenapa Gratis? Bukan berarti dunia desain grafis terlarang atau haram bagi generasi Indonesia yang tidak mampu secara ekonomi (disini saya sebut : generasi jalanan) sehingga drop out dari pendidikan formal. Mereka juga memiliki imajinasi seperti para generasi yang nasibnya lebih beruntung karena dapat menempuh pendidikan formal hingga jenjang paling tinggi (disini saya sebut : generasi mapan). Generasi jalanan ini ternyata memiliki imajinasi yang dahsyat. Namun karena tidak memiliki alat, fasilitas dan sebuah skill untuk penyaluran imajinasi kreatif mereka, maka tenggelamlah imajinasi kreatif mereka. Ketika mereka telah diberikan sarana penyaluran imajinasi kreatifnya, apa yang terjadi? Karya desain grafis mereka tidak kalah dengan mereka para generasi mapan. Dari sinilah kemudian muncul sebuah kata sepakat, bahwa mereka mampu secara kreatif dan skill dalam menciptakan sebuah karya desain grafis. Dan membuktikan bahwa otak mereka bukan otak udang. Tinggal bagaimana kita menyediakan sarana dan prasaran buat mereka. Dan Warung Grafis Indonesia merupakan lembaga alternatif bagi mereka. Karena Warung Grafis merupakan komunitas pendidikan grafis secara GRATIS. |
|


